Tidak terasa hari berganti hari, minggu berganti bulan tahun pun datang, tak terasa. seperti itulah wujud dan rasa dari waktu, hal yang selalu menjadi patokan, hal yang menjadi rujukan dan batas dalam hidup ini. Seakan tak pernah terasa jika itu berlalu begitu saja. Jika kutarik diriku 3 atau 4 tahun silam, saat pertama menginjakkan kali di kota hujan ini, saat terkekeh melihat angkot yang berseliwuran, saat tersesat hingga di warung jambu setelah shalat Juma di hari pertama ku datang di Bogor, saat semua itu berasa dingin dan membekukan hati. Ya 2006 lalu.
Hari ini 31 Desember, sebenarnya tak ada yang istimewa jika dilihat dari sudut diriku. tak ada kemauan untuk mengekor hiruk pikuknya bergantinya masehi ini. bagiku sama saja.
Tidak berlebihan jika ku katakan Desember ini tak sekelabu, perjalananku dan tak sekelabu keadaanku. Sebagaimana ku ceritakan padamu kawan, diawal Bulan Desember dimana aku harus kehilangan tas, laptop dan handphone sekaligus, ternyata tidak sampai disitu 'kenikmatan ujian' itu hinggap di diriku. Kau tau kawan, sejak kehilangan tas, laptop, dan handphone ku, dua hari sebelum ku menjadwalkan ujian sidang magang, ada pemotretan bareng teman2 kelas, dan ternyata pagi itu kudapati kacamataku remuk tertindis, *_*. jadilah ku layak orang buta, mencoba meraba-raba jalan ke kampus, dan mencoba menerka nerka orang yg menyapaku di jalan, karena tak sedikitpun ku bisa kenali mereka jika hanya sepintas lalu. Sesi photo satu hari pull itu pun cukup membuat kepalaku pening, karena telah terbiasa memakai kacamata ditambah lagi minus mataku yang lumayan tinggi menyebabkan cukup pusing jika tak memakai kacamata barang sebentar saja. Akhirnya kuputuskan sore itu musti kudapatkan gantinya, karena mau tidak mau. Persiapan sidang pun belum selesai sepenuhnya, slide presentasi belum ku buat selembar pun, buku-buku belum kusentuh sedikit pun. Sementara melihat pun sekarang sudah sulit. Beginiliah nasib jika sedikit saja kenikmatan itu dicabut dari tubuhmu. Wallahumustaan
Berenca siang ke optik di Al amin, ternyata oh ternyata tutup, ku lupa ini tanggal 1 Hijriah, libur......*_*.
Hal lain yang tidak menyenangkan pun terjadi, tas baru yang baru dan baru saja kubeli, mungkin umurnya dua minggua,setelah tasku di sobek sama pencopet di kereta. Tas yang baru saja ku dapat itu, mengalami cacat mental, eh bukan maksudnya cacat dimana mana, dimulai dari resletingnya, hingga kain-kainnya yang mulai robek, sungguh manula, sungguh renta. *_*
Plus, sore sebelum sidang esok paginya, karena saat itu ku menyimpan semua file,presentasi di FDku, tidak tau ada setan dari mana (he3 atau ada angin darimana,) FD ku itu ilang lagi, dan semua bahan prsentasi ada di dalam situ, jadilah malam2 begadang kembali, sambil mencoba bersabar dan mengutuki diri, kenapa barang sepenting itu bisa hilang di saat sepenting ini. Ya Takdir terus berjalan sebagainmana adanya. Esoknya ujian 2 jam pun lancar begitu saja mengalir, pagi itu. Alhamdulillah, ya Allah.
Hingga setelah kejadian tasku rusak hingga yang ketiga kalinya, dan ku terpaksa membeli tas untuk yang ketiga kalinya, masih mencoba menghelas nafas, ada apa gerangan, hingga di suatu pagi pukul 3.45 suara HP ku berdering lama, dengan masih setengah sadar ku terbangun dan mencoba menjawab telp, ternyata Anna, sepupuku. Sambil terisak tangis dia berkata "Yu mama elis udah g ada", hatiku langsung bergetar. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. ternyata Tanteku (mama elis) yang telah sekitar dua bulan mencoba melawan penyakit yang mengerogoti badannya (kanker getah bening) sudah tak sanggup lagi, sudah capek katanya sewaktu terakhir ku bertemu "ingin tidur" ucapnya, tapi ternyata mama elis yang sangat dicintai semua keluarga telah berpulang dengan tenang, semoga semua amal ibadahnya diterma. Amin
Keluarga besar semua pulang ke kampung halaman, tinggal aku yag masih berada di Bogor, karena ada satu dan yang lain hal. Setelah cobaan demi cobaan itu menghanmpiri dan tak terngguhkan, semua kembali tersadar, diriku mulai berbenah, ternyata kehilangan harta benda tak seberapa nilainya dibanding nyawa orang yang kita kasihi. namun dilain itu, pelajaran yang sangat berarti ku peroleh,tak ada artinya semua isi dunia ini, semua di dunia ini milik Allah, tak ada yang bisa kau banggakan, tak perlu ada yang kau sombongkan karena semua milik Allah, sewaktu waktu bisa dicabut nikmat itu darimu, maka tak ada lagi nilaimu jika kau sandarkan dirimu pada dunia itu, melainkan hanya seonggok daging yang itupun belum tentu baik atau busuk. Hatimu.
Semua Milik Allah dan Akan kembali ke Allah
Begitu pula waktu-waktumu. Syukurilah kau masih bisa menghirup udara 2010. Dan masih bisa melihat bayanganmu tetap setia menemani setiap langkahmu.
Salam dari Manusia yang terus belajar akan hidup ini.
Masih di sini di Kota penyemangat hidupku.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


2 komentar:
pelajaran yg berharga,,
semua ada hikmahnya..
ganbatte ne!
yap thanks dee
Post a Comment
ni komentar deh