Menoreh di hati
2000 malam akan genapkan khilafku padaNya
lihatlah kalender hatimu
……….. 2 0 0 9 ……………………………………………???????????
Kau sadar, waktu itu merenggut cintamu yang sia-sia
Dia tak pernah putih untukmu
Separuh hatiku, lelah……………
Khilaf yang kecil mengusik hidupku
tujuh puluh dua purnama telah terlewati bersama dirinya dan diriku yang hilang
Jalanmu bukan disini !!!
Engkau yang mengaku, termasuk sahabat-sahabat’nya’
'dia' telah kembali ke dunianya masa berbaju biru
hati berat melihatnya kembali melepas 'kehormatannya'
namun seperti itulah hawa,
yang tercipta dari tulang rusuk yang bengkok
kau biarkan akan tetap bengkok jalannya,
kau luruskan dia akan patah'
maka bersabarlah wahai hamba yang sangat faqir.......
umur telah melibasku bersama waktu,
kini telah sepuluh tahun terlewati dengan nanah kemunafikan di dada
ampunilah aku ya Allah, jika hingga kini masih -jauh-
masih jauh dari Sunnah RasulMu
'dia' telah kembali ke dunianya masa berbaju biru
hati berat melihatnya kembali melepas 'kehormatannya'
namun seperti itulah hawa,
yang tercipta dari tulang rusuk yang bengkok
kau biarkan akan tetap bengkok jalannya,
kau luruskan dia akan patah'
maka bersabarlah wahai hamba yang sangat faqir.......
umur telah melibasku bersama waktu,
kini telah sepuluh tahun terlewati dengan nanah kemunafikan di dada
ampunilah aku ya Allah, jika hingga kini masih -jauh-
masih jauh dari Sunnah RasulMu
Selama ini apa yang aku selami ?
Ingin berubah dan harus berubah
Terhenti sampai disini
Berhenti sampai disini, pujangga wail !
Hatiku adalah miliknya
Dan demi dzat yang jiwaku berada di tanganNya
Sekarang aku berhenti, disini aku berhenti
Karena manusia selalu berubah
Dan kita akan berubah, kembalilah kepadaNya
Setetes dunia, tak akan menggoyahkan lautan akhiratku
----------------------
awal penghidupan - di batas pengurangan sisa hidup



0 komentar:
Post a Comment
ni komentar deh