Berbicara mengenai perjalanan hidup memang tidak akan habis-habisnya untuk diceritakan dan dikenang, namun kesemuanya itu haruslah menjadi sebuah pelajaran dan cerminan untuk melangkah lebih baik ke depan. Perjalananku hingga di tempat ini mungkin tidak akan semudah yang terlihat seperti sekarang, pembentukan karakter dan watak seseorang dibentuk jauh semenjak kecil dan remaja. Proses pengenalan terhadap masalah-masalah hidup akan membuat kita menjadi seorang yang tegar dan lebih dewasa, banyak yang mengatakan bahwa diri ini orang yang sangat sabar, dan calm namun mereka tidak tau bagaimana diri in telah ditempa begitu keras dan berkelanjutan oleh realita kehidupan yang ada.
Sejak menginjak sekolah dasar, jiwa ini sudah mulai tenang untuk berpikir lebih dewasa dan terbuka, hal ini juga karena didikan dari Ayah dan ibuku (terima ksh yah, bu, jasamu akan selalu ku jadikan pemacu untuk berbuat lebh baek). Jiwa kepemimpinan itu, sudah mulai terlihat ; untuk memimpim barisan, ketua kelas, bantu2 guru, bahkan menjadi pentolan untuk mewakili SD di berbagai lomba (Alhamdulillah).
Menginjak SMP jiwa pubertas mulai mengerogoti tubuh, namun bersyukur sejak menginjakan kaki di sekolah teman2 yg ku temui adalah teman2 yg baek, dan merupakan orang2 pilhan. di awal sekolah pun telah banyak mengenal dakwah hingga di akhir kelas 3, berbagai organisasi pun diikuti dari yang wajib hingga exskul tambahan, dari pelatihan diri hingga latihan dasar kepemimpinan yang mungkin di daerah kami(sulawesi) didikan keras dari sekolah dan senior merupakan hal yang wajar. Hari demi hari dilalui dengan jadwal yang sangat padat, jiwa ini mulai banyak mengenal dunia organisasi, dunia masyrakat, dunia dimana kita tidak bisa melihat sebuah permasalahan hanya dari satu sisi, apalagi jika itu dari sisi diri sendiri.
tamat smp, Masa SMA pun dilewati dengan begitu gagahnya
bahkan organisasi yang diikuti pun lebih dahsyat (he22 lebay..), hingga mencapai titik tertinggi di organisasi sekolah. Pengalaman banyak memberikan pelajaran untuk hidup lebih baik, substansi dari sebuah organisasi pun sepertinya hampir sama menurutku, dimana kita bisa hiudp lebih baik dengan melihat kondisi sekitar, dengan menambah jiwa toleran, dengan dapat memahami suatu masalah dan mencari solusinya serta bagaimana melihat kondisi yang begitu sulit menjadi sebuah tantangan dan "ladang amal" untuk diselesaikan. Organiasasi memberikan kita sebuah empati, "charming", dan keluasan dalam berpikir dan bertindak. sungguh semua itu telah menjadi santapan yang tiap waktu menghinggap di kepala.........................................................
Hingga ketika diri ini ingin mencoba merasakan berada dan tumbuh seutuhnya sebagai seorang manusia di tanah orang lain, di rantau maka perasaan untuk kembali terjun dan bergelut di kancah organisasi bagaikan suatu yang sangat berat bagiku, diri ini bagai telah mencapai titik stasioner jika diibaratkan dalam log phase yang sigmoid, saya pikir tubuh ini, pikiran ini butuh ku istirahatkan
Sudah 3 tahun lekang, dan kosong dari aktfitas selain kuliah (yg cukup sibuk) dan lab membuat diri ini kembali mendapat hikmah, dan cerahaan bagaiamana menjadi seorang diri yang berdiri di belakang orang2 yg sukses dengan organisasinya, orang yang hebat dengan aktifitanya, orang yang sangat sibuk namun tetap hebat di kuliahnya, sy sekarang berada di luar lingkaran itu, di luar lingkaran yang selama ini menjadi jiwa pembangunku, tempat dimana ku didik dan di tempa menjadi seorang yang tegar.
Banyak perjalanan yang telah menjadi kisah-kisah indah dalam hidup, terangkai dan terpatri dalam kidung. Di kota ini, sekarang aku berdiri di kota penyemangat hidupku, di kota dimana semua mata ini terbuka akan realita kehidupan. Hidup terus berlanjut, hati tetap diteguhkan tidak mengapa sekarang aku tercemooh, "tersingkir", ternafikan dalam pergaulan, karena itu semua pilihan awal hidupku, ya hidupku, karena ku tau beribadah kepada Allah adalah yang utama, dan itulah tujuan hidup kita substansi dasar tujuan penciptaan manusia. -Berharap dapat menyelesaikan kuliah ini secepatnya dan mulai membangun chapter baru dalam seri perjalanan hidupku, karena ku tau diri ini yang paling mengerti akan kemampuan dan kesanggupan diri.-
tertatih di kota orang akan terus membuat hati ini kuat, dan tegar. ayo wahyu 1 tahun lagi, semua diakhiri untuk memulai yang baru
yap di atas hanya merupakan prolog dari curahan isi hati yang kian hari makin kering, jadwal kuliah yang makin padat dan lab serta laporannya yg semakin numpuk sebenarnya membuat hari2ku di kampus menjadi tak terasa, tak terasa telah 3 tahun berjuang di daerah orang, 3 tahun sudah terlewat namun belum banyak yang dapat kugapai, mimpi2 itu terus tetap dilecut dan diupayakan. OK tetap semangat dan keep fighting
Masih di sini
Di kota hujan yg tak dapat membasahi keringnya hati.
sepulang lab tek.industri tumbuhan laut
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



2 komentar:
pindah di kota pahlawan saja akhi...
hati dikau kan basah selalu.... ^^
Smangat3x. Hdup it indah, g seru kalo g ada cbaan,kyk roda brputar aj ibratx,kdng diatas kdg dbwh. Qt sma2 dnegeri 0rg... 1 thun lg g lma kok...
Post a Comment
ni komentar deh